BRMP Pabar membagikan benih tanaman Pinang di Kabupaten Sorong
Tanaman pinang (Areca catechu) merupakan salah satu tanaman yang sangat dekat dengan kehidupan dan budaya turun temurun bagi masyarakat Papua. Pinang tidak hanya tumbuh di pekarangan rumah dan kebun rakyat, tetapi juga menjadi bagian penting dari budaya lokal. Tradisi mengunyah pinang masih lestari dan berfungsi sebagai sarana interaksi sosial, simbol persaudaraan, serta identitas budaya di berbagai wilayah Papua, termasuk di Kabupaten Sorong.
IP2MP Kabupaten Sorong memproduksi benih pinang untuk dibagikan kepada masyarakat yang berminat. Pada akhir tahun 2025 Kepala BRMP Pabar, Dr. Yong Farmanta, SP., M.Si membagikan benih pinang karena selain nilai budaya, pinang juga memiliki potensi ekonomi yang cukup menjanjikan. Buah pinang kering banyak diminati untuk kebutuhan konsumsi tradisional, obat herbal, hingga bahan baku industri tertentu. Di tingkat lokal, pinang menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat, terutama petani kecil, dengan sistem panen yang relatif mudah dan berkelanjutan.
Nilai jual pinang di Papua bervariasi tergantung kualitas dan bentuk penjualan, baik basah maupun kering. Pinang kering umumnya memiliki harga lebih tinggi dan peluang pasar lebih luas, termasuk untuk dikirim ke luar daerah. Dengan pengelolaan budidaya yang lebih baik dan dukungan pemasaran, tanaman pinang berpotensi menjadi komoditas unggulan yang memperkuat ekonomi masyarakat Papua tanpa meninggalkan nilai tradisi yang melekat kuat.